HUT Kota Surabaya ke-722 : Parade Budaya dan Bunga

Jam meja sudah sudah menunjukkan pukul 8.00 lewat, rencana ingin pergi ke parade budaya dan bunga yang diadakan dalam rangka menyambut HUT Kota Surabaya ke-722 dibatalkan karena gerimis yang turun sejak subuh belum juga berhenti. Bosan. Hanya itu yang bisa terasa karena di hari libur malah tidak punya kegiatan.

Tik, tok. Jam 10 lewat, telpon genggam berbunyi dan tanpa permisi langsung bilang “Ayo berangkat!”. Menembus gerimis hujan, saya mendatangi parade budaya dan bunga. Awal mula ingin menikmatinya hanya di daerah jalan Darmo tepatnya di Taman Bungkul namun entah kenapa tiba-tiba ingin saja melihatnya langsung ke Balai Kota. #Nasib. Ternyata jalan ke arah balai kota dialihkan dan mau tidak mau, secara sadar, akhirnya saya terjebak macet di jalan Tunjungan.

Setelah menerobos trotoar (maaf para pejalan kaki, terpaksa lewat sini, untung tadi tidak ada yang lewat). Akhirnya saya bisa melewati Plaza Tunjungan namun ternyata Parade Budaya dan Bunga baru saja lewat menuju jalan Gubernur Suryo. Motor langsung banting kiri, parkir ilegal diatas trotoar [lagi].

Akhirnya dengan sedikit perjuangan bisa jeprat-jeprit sedikit foto. Karena dirasa kurang cukup dengan foto yang didapat, akhirnya saya mencoba kembali ke jalan Darmo. Melewati jalan Embong Malang – jalan Kedung Doro – jalan Pasar Kembang – jalan Kupang Panjaan V dan terakhir jalan Raya Diponegoro akhirnya saya bisa kembali memutar arah ke jalan Darmo.

Parkir motor di kantor telkomsel tepat disebarang taman Bungkul akhirnya saya bisa menikmati parade budaya dan bunga. Datang di taman bungkul langsung disambut oleh lagu “Goyang Dumang” yang terus saja berulang kali diputar sampai saya bosan :D.

Dari kesana-kemari, akhirnya didapat beberapa foto yang dirasa cukup untuk posting perdana kategori baru; Reportase di diblog ini, berikut foto-fotonya:

hut surabayahut surabayahut surabayahut surabayaantinan

Namun, dibalik dari meriahnya parade budaya dan bunga, ada sesuatu rasa yang tidak nyaman. Setiap kali mobil parade yang dipenuhi bunga lewat, pasti saja banyak orang menyerbu mengambil bunga-bunga yang dipajang di mobil. Entah apa maksudnya, padahal setelah mendapatkan bunga itu, kadang hanya dibuang begitu saja di jalan tanpa memikirkan siapa nanti yang akan membersihkan jalannya.

hut surabaya

Akhir tulisan ini, sebagai seorang pendatang di kota Surabaya, saya mengucapkan Selamat hari jadi kota Surabaya yang ke-722, semoga Surabaya semakin menjadi kota yang ramah, bersahabat dan santun serta tentu saja semoga impian menjadi kota literasi cepat terwujud.

hut surabaya

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap