Hal Yang Diperhatikan Ketika Memilih Menjadi Mahasiswa (lagi)

Sebenarnya sudah mulai merasa ada yang salah dengan pola blogging saya, titik jenuh terhadap blogging sering kali muncul selama satu tahun belakangan ini ditambah ketika domain lama saya shaleholic.com terkena badai deindeks dan akhirnya bermigrasi ke rumahshaleh.com. Padahal saat dulu ketika koneksi masih terbatas, saat sinyal 3G termasuk salah satu keajaiban layanan komunikasi yang bisa saya dapatkan, rajin sekali saya online dan blogging. Kini, saat sinyal 3G bahkan bukan apa-apa lagi karena saya sudah menikmati sinyal 4G walaupun itu di kampung orang malah keinginan blogging semakin menurun. Kampung orang? Ya, selama setahun ini saya mendapat tugas belajar dari pemerintah melalui beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Saya mendapatkan beasiswa p2tk dikdas tahun 2014. setahun ini saya tinggal di surabaya tepatnya di daerah ketintang. saya memulai kembali kuliah di universitas negeri surabaya. meninggalkan zona nyaman sebagai seorang guru di kampung dan tentu ada banyak hal yang mesti dipersiapkan kembali.

DSCN1642

Ada beberapa pelajaran yang saya dapatkan ketika harus memulai kembali menjadi mahasiswa setelah melepas zona nyaman apalagi saya seorang guru PNS:

  • Pola makan

Semasa masih di kampung tentu pola makan saya sangat teratur, sarapan pagi sebelum kerja, makan tiga kali sehari. Saat menjadi mahasiswa pola makan saya kembali berubah seperti halnya dulu saat kuliah strara satu. Pola makan yang tidak jelas antara sarapan dan makan siang atau makan siang dan makan malam atau malah cuma sekali saja makan. Kehidupan pola makan yang berbeda tentu berdampak pada kesehatan khususnya perut, sebagai orang yang punya sedikit masalah dengan perut tentu pola makan ini akan berdampak buruk pada saya. Lalu bagaimana cara mensiasati hal itu, tentunya paling mudah adalah anda memasak sendiri tapi bagaimana dengan kos yang tidak menyediakan fasilitas dapur semacam itu seperti kos saya. Hal yang bisa dilakukan adalah membeli roti di pagi hari karena kalau mencari warung makan agak susah. Apalagi saya terbiasa sarapan jam enam pagi yang itu berarti kalau di surabaya saya harus sarapan jam lima pagi, tentu saja tidak ada warung makan yang buka kecuali minimarket yang buka 24 jam. Minimarket itulah yang akhirnya menjadi tumpuan saya selama ini dalam mensiasati untuk sarapan pagi. Bagaimana dengan anda?

  • Pola tidur

Pola tidur sebenarnya tidak ada yang terlalu berubah, saya terbiasa saja begadang dan tidur beberapa jam sehari jadi seperti tidur-tidur pada umumnya saja. Begadang karena mengerjakan tugas hingga tengah malam atau menjelang subuh karena harus online, tidak terlalu merepotkan saya. Lalu bagaimana dengan yang tidak terbiasa? salah satu yang paling mudah adalah kerjakan tugas anda hari dimana saat anda sudah mendapatkan tugas kuliah. Saya mungkin termasuk agak malas kalau mendapatkan tugas langsung dikerjakan, kadang saya tinggal beberapa hari lagi baru mengerjakan tapi saya juga bukan tipe SKS ( selesai kebut semalam).

  • Pola keuangan

Hal yang terpenting dari menjadi mahasiswa lagi adalah mengatur keuangan. Sebagai seorang kepala keluarga tentunya pengaturan keuangan juga bagian penting. Jangan sampai keuangan untuk rumah tangga malah ikut tergerus karena borosnya belanja. Kegagalan dalam pengaturan keuangan keluarga ini bisa berdampak buruk, tidak hanya pada kuliah tapi juga bisa mengancam keluarga. Salah satu yang terpenting, cobalah untuk belajar mengendalikan nafsu belanja di kampung orang, cobalah berhitung dengan banyak pertimbangan. Mendapatkan uang beasiswa memang seperti ngidam buah durian dan tiba-tiba ada yang ngaterin namun bukan berarti uang itu digunakan untuk hal-hal yang tidak penting. Boleh digunakan hal lain ketika hal penting sudah terpenuhi, hitung kembali uang beasiswa dan perkirakan berapa perbulannya. Kemudian hitung kira-kira perbulan berapa dana yang mesti dikeluarkan. Ok, gunakan keuangan dengan baik.

  • Pola pertemanan

Menjadi mahasiswa dan di tanah perantauan tentu kita akan banyak bertemu dengan orang-orang yang berbeda suku, bahasa dan juga karakter. Ingatlah falsafah bahwa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Menjadi orang yang tahu tata krama dimana tinggal itu sangat penting apalagi bagi yang berbeda suku, jangan sampai kebiasaan di rumah malah menjadi masalah di tempat lain. Belajarlah dengan teman sekelas yang mungkin mengetahui tata krama di tempatmu tinggal. Bertemanlah tanpa memandang SARA karena di perantauan, kalau bukan teman siapa lagi yang akan menolong. Berbaik hatilah kepada semua orang, jangan terlalu egois karena itu hanya akan merugikan diri sendiri. Dan tentunya bagi yang sudah berkeluarga menjadi mahasiswa bisa jadi salah satu ujian dala hidup karena itu jangan sampai terjadi “perselingkuhan” selama kuliah. Pegang teguh janji pernikahan, jangan dibutakan cinta sesaat selama kuliah karena pada akhirnya setelah lulus, pasti akan terpisah dan terpencar lagi dan itu belum tentu akan bertemu kembali. Nikmati hidup namun jangan menghancurkan hidup.

Lalu bagaimana denganmu?

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap