Haji Bukanlah Gelar

Haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi mereka yang mampu baik fisik maupun harta (Entahlah bagi mereka yang berhutang…?)

Di negeri ini, ibadah haji seperti sebuah budaya. Mereka merasa ibadah haji dapat meninggikan derajat mereka dimata masyarakat sekitarnya. Haji yang merupakan murni sebuah ibadah dan tidak pernah ada gelar ketika selesai melaksanakannya namun ternyata di negeri ini, orang yang selesai melaksanakan ibadah haji mendapatkan gelar misalnya; Azis (mohon maaf kalau ada kesamaan nama) yang awalnya tidak mempunyai gelar apapun di depannya namun setelah melaksanakan ibadah haji dia mendapat gelar H di depan namanya menjadi H. Azis (untuk wanita Hj).

Sebenarnya gelar itu bukanlah masalah namun di kenyataannya ada beberapa kelakuan aneh ketika orang itu mendapat gelar haji. Diantaranya, ada orang yang tidak mau menjawab salam orang hanya karena orang itu tidak memanggilnya dengan sebutan Pak Haji atau Bu Haji dan bahkan ada di sebuah pertemuan orang marah-marah hanya karena dalam daftar hadir namanya tidak dicantumkan gelar haji. Inikah yang didapat setelah melaksanakan ibadah haji?

Haji bukanlah sebuah gelar. Ia adalah sebuah bentuk penyerahan diri kepada Allah dan satu hal yang pasti tidak pernah ada yang tahu ibadah hajinya diterima atau tidak.

Diakhir tulisan ini perkenankanlah saya mengucapkan, selamat melaksanakan ibadah haji bagi saudaraku semua semoga menjadi menjadi haji yang mabrur. Amin

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

8 Comments

Add a Comment
  1. iya setuju mas..banyak yang salah kaprah mengenai hal ini. yang saya pernah baca disebuah blog gelar haji bisa membuat orang menjadi riya’ kalo niatnya memang riya’ (Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.)

  2. yups benar sekali. trus gw juga heran y.. ibadah haji-kan salah satu rukun islam. tp kok kenapa hanya ibadah haji saja yang ada gelarnya?? kenapa tidak ada gelar M2KS (untuk Membaca 2 Kalimat Syahadat), SH (untuk Shalat), ZK (Untuk Zakat), dan PS (untuk Puasa).. mungkin aja ibadah haji dikasih gelar karena wajib bagi yang mampu saja kali y?? btw di negara lain ada gelar Haji juga gak sih??

  3. Mas Shaleh ini aya aya wae hehehe..
    btw saya sangat sangat setuju. Yang penting gelarnya atau Mabrurnya? Nabi Muhammad aja tidak dikasih gelar Haji nggak pernah protes.
    Benar benar aya aya wae orang sekarang ini…

  4. klo haji coz ingin gelar itu namanya haji kabuRr bukan haji Mabrur heheee

  5. bener bangeeettt…
    disini malah sebutan haji tuh cuma buat orang2 yg udah tua…. buaknnya buat orang2 yg udah pernah naik haji…

    moga haji2 indonesia yg berangkat haji tahun ini..semuanya menjadi haji mabrur…amiiinn

  6. Secara sosiologis harus diakui, orang yang sudah menunaikan ibadah haji memiliki kelas sosial sendiri. Itu terjadi umumnya pada masyarakat agraris, di Madura contohnya, orang yang sudah haji menjadi naik status sosialnya. Tentu ini berbeda dengan masyarakat di kota, haji atau tidak, tidak terlalu menjadi perhatian.

  7. Bismillah.
    Informasi yang bermanfaat seputar haji, umrah, oleh-oleh haji, haji gifts, dll,
    bisa juga didapatkan di http://hajiwebid.wordpress.com atau http://www.haji.web.id (insya Allah segera online).
    Semoga amalan ibadah kita diterima Allah Ta’ala dan semoga ibadah haji tahun ini aman, lancar, menjadi haji mabrur. Amin.

  8. Jika gelar "H" menjadi tujuan utama sangatlah rugi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap