Rumah Shaleh

Berbagi Untuk Negeri

Guru: Jalan Panjang Menuju Kata Profesional

Masih terbayang info di grup WA tertanggal 25 September tentang cerita seorang rekan guru yang kelelahan saat mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) di BLK Sungai Ulin, Banjarbaru dan berujung sebuah cerita sedih. Ya, seorang rekan guru Bahasa Inggris asal Kabupaten Banjar dan sedang hamil delapan bulan dikabarkan mengalami pendarahaan saat mengikuti hari pertama PLPG. Sempat dilarikan ke rumah sakit untuk memperoleh pertolongan namun Allah swt berkata lain, sang anak berhasil lahir namun nyawa si ibu gagal diselamatkan.

Harus diakui tahun demi tahun para guru yang berjuang untuk mendapatkan sebuah kata profesional harus melalui proses PLPG yang begitu panjang. Maklum saja, sebelum dipanggil untuk PLPG 2017, para guru yang tercatat namanya diwajibkan mengikuti program prakondisi yang bertajuk pembelajaran online yang cukup panjang hingga dua bulan dan cukup menyita waktu istirahat. Soal dan materi yang dikerjakan secara luring namun dikumpulkan secara daring. Kegiatan daring luring tentunya menyita banyak waktu dan cukup melelahkan. Karena tidak semua guru mengerti dengan hal itu, ditambah sarana dan prasarana yang masih tidak merata. Penulis juga merasakan hal yang sama karena sedang mengikuti kewajiban tersebut sama seperti rekan-rekan lain yang akan dipanggil di PLPG 2017.

Selain proses yang panjang sebelum PLPG, ketika diakhir PLPG para guru juga akan mengalami tekanan karena UTN (Ujian Tulis Nasional) yang dulu hanya mensyaratkan nilai 43 kini dinaikkan menjadi 80 poin. Perjuangan panjang guru selama dua bulan mengikuti pembelajaran online ditambah 11 hari PLPG akan ditentukan oleh sesuatu yang bernama UTN. Gagal mencapai nilai UTN maka guru dinyatakan tidak lulus sehingga diwajibkan untuk mengikuti UTN ulang selama dua kali setahun. Mengulang UTN diberi waktu selama dua tahun, jadi ada empat kali kesempatan mengulang.

UTN dan UN

Ujian Nasional ketika dulu menjadi salah satu penentu kelulusan siswa maka banyak cara dilakukan sekolah agar siswanya bisa lulus bahkan siswanya juga berusaha keras agar bisa lulus. Di tengah usaha keras itu, ada juga oknum guru atau siswa yang melakukan hal tidak terpuji. Ungkapan belajar selama tiga tahun terasa sia-sia ketika kelulusan hanya ditentukan oleh sesuatu bernama UN, maka kini hal itu juga dirasakan oleh para guru. UTN menjadi sebuah dilema bagi para guru yang mengikuti PLPG. Menjadi guru selama bertahun-tahun, keikhlasan dan pengabdian sepanjang hayat, meluluskan ribuan siswa, tidak menjadikan seorang guru bisa dikatakan profesional sebagaimana termaktub dalam UU Guru dan Dosen.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sebagaimana termaktub dalam UU Guru dan Dosen no 14 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 ayat 1. Selanjutnya pada ayat 4 dikatakan bahwa Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Untuk mendapatkan kata Profesional, guru harus memiliki sertifikat pendidik melalui program sertifikasi.

Jalan panjang seorang guru mendidik dan mengajar di sekolah, mengikuti bermacam bimtek, diklat, workhshop, pembelajaran online hingga PLPG akan ditentukan oleh makhluk bernama UTN. Gagal UTN maka guru belum profesional. UTN menjadi sebuah momok keprofesional seorang guru, Adalah sebuah ketidakadilan ketika kata profesional dinilai pada hasil akhir. Proses mengikuti dan menjalani PLPG terancam pada sebuah hasil yang bertulis 80.



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap