Etika Demokrasi

Semenjak era reformasi, demokrasi di negeri ini menjadi lebih baik. Setiap orang punya hak dalam menyuarakan berpendapat bahkan kalau ternyata suara kita tidak di dengar oleh mereka yang punya wewenang sering kali kita melakukan demonstrasi agar bisa di dengarkan.

Demonstrasi memang menjadi sebuah bagian dari demokrasi. Namun di negeri ini demonstrasi terkadang menjadi sebuah alat kekuasaan dan juga ajang cari uang bagi segelintir orang. Demonstrasi yang seharusnya untuk mengkritik pemerintahan terkadang malah terkesan menghujat, selain itu juga demonstrasi di negeri ini terkadang identik dengan anarkis. Padahal seharusnya demonstrasi itu bersifat damai.

Selain runyamnya etika demonstrasi di negeri ini, hal itu malah diperparah oleh para demonstran yang terkadang lebih mengedepankan nafsu ketimbang akal sehat hingga ujung-ujungnya rusuh.

Selain masalah etika demonstrasi, ada satu masalah lagi yaitu masalah etika berpendapat. Etika berpendapat di negeri ini sudah lumayan baik hanya saja terkadang ada kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan oleh kalangan yang kata intelektual. Bagaimana mungkin para intelektual bisa berteriak “Maling” terhadap seseorang yang belum terbukti secara jelas kesalahannya atau anggota dewan yang katanya terhormat bisa teriak “Bangsat” pada sesamanya.

Negeri ini memang telah maju dalam hal demokrasi hanya saja masih tertinggal dalam hal etika demokrasi. Sudah saatnya pembelajaran demokrasi juga dibarengi dengan etika berdemokrasi agar kita semua bisa merasakan manfaat dari sebuah demokrasi. Mari kita laksanakan demokrasi yang dibarengi oleh etika. Maju terus demokrasi Indonesia.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap