Dualisme Bali

Liburan itu telah berakhir. Namun aku tidak akan menceritakan bagaimana indahnya Pantai Kuta dan Pantai Sanur beserta aktifitas orang di pantainya atau bagaimana kurang dingin malang sekarang. aku hanya akan menulis apa yang sedikit mengganjal dalam hati terutama Bali. Baiklah aku akan memulai ungkapan hati ini.

Bali memang indah khususnya untuk tempat wisatanya. Penduduknya juga taat pada aturan yang ada. Penduduk Bali juga ramah namun sayang itu hanya pada turis asing. Bagaimana berbedanya pelayanan yang dilakukan di beberapa tempat wisata antara asing dan domestik. Entah apa yang membedakan namun aku berpikir, mungkin ini masalah rupiah dan dolar. Asing seakan jadi dewa yang harus diberi pelayanan penuh sedangkan domestik hanya seadanya.

Selain masalah itu, aku juga dapat kabar angin (entah benar atau tidak). Bali bukan seperti wilayah Indonesia yang lain dimana kita bisa tinggal disana dan membeli tanah di sana. Menurut angin itu, tanah di Bali hanya bisa dimiliki oleh orang Bali dan orang diluar orang Bali hanya bisa menyewa dan kalaupun bisa, itu hanya orang-orang tertentu yang punya jabatan. Dan kalau kabar angin itu benar maka berduka citalah Indonesia. Bali seakan-akan bukan bagian dari Indonesia padahal setiap warga negara Indonesia berhak tinggal dimana saja.

Bali bukan Hawaii dan Hawaii juga bukan Bali, itulah kata-kata yang terdapat di kaos joger namun kata-kata itu begitu berarti untukku. Memang mereka berbeda karena Hawaii tidak membeda-bedakan antara asing dan domestik sedangkan Bali membedakan asing dan domestik.

Namun walaupun begitu aku tetap akan kembali kalau waktu dan materi masih mengijinkan. Setiap tempat memang punya kekurangan dan kelemahan. I Like Bali

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

17 Comments

Add a Comment
  1. emang gitu ya mas??

    tapi saudara saya ada yang tinggal disana, dan dia bukan orang Bali asli..

  2. i like bali

    bali selalu punya cerita tersendiri bwt aphied

  3. Masa sih kita gak bisa beli tanah di Bali? Enggak kok, banyak temen2 saya punya investasi berupa villa atau tanah di Bali… Memang banyak juga orang asing yg punya tanah disana…
    Wah, jangan sampai ya pemilikan tanah disana dikuasai asing secara dominan

  4. wah, say..kamu uda pulang ya…
    bagaimana liburannya…
    duh,enaknya yang habis liburan ke Bali..tapi apa iya, kita tidak boleh beli tanah disana…???

    duh,kok bisa ya…????

  5. Aku malah br denger ttg beli tanah di Bali itu… Btw aku juga pengen bgt ke Bali lagi, baru sekali en itupun udah ber tahun2 yg lalu.. 🙁

  6. gak lah, aku punya teman bukan orang bali punya rumah sederhana di sana. memang lahan di bali sudah banyak yg dibeli sama orang asing yg juga bbrp buka usaha di sana dg joint venture sama pihak setempat…makanya skarang kita WNI kalo punya duit jgn beli tanah/properti di pulau jawa dan luar negeri melulu, lirik juga bali, lombok, pulau weh sebelum didahului orang2 asing (tapi kalo saya sih gak punya duit utk itu…heheheh)

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap