Dosa Jariah ?

Beberapa hari ini sebenarnya saya bingung mau menulis apa di blog ini karena rasanya otak ini lagi penuh dengan banyaknya teori yang masuk secara paksa. Diklat yang baru saja rampung beberapa hari yang lalu benar-benar membuat saya menjadi lebih berpikir tentang sesuatu. Ya, sesuatu yang terucap oleh salah satu fasilitator diklat tentang sebuah dosa. Kalau biasanya kita mengenal amal jariah, ini beliau menyebutnya dosa jariah. Kenapa?

Begini, beliau berkata, kita adalah guru dan tentu saja Insya Allah amal kita akan mengalir selama itu ikhlas dan diniatkan karena Allah swt. Namun percayakah kata beliau bahwa kita sebagai guru tidak hanya mendapat amal jariah, mungkin juga dosa jariah.

Beliau kemudian bercerita, nanti di akhirat melengganglah guru ingin masuk surga karena amal dan perbuatan sewaktu mengajar dan ketika sudah sampai di depan gerbang surga ingin membuka pintunya tiba-tiba saja terdengar suara dari neraka “Ya, Allah kenapa engkau masukkan guru kami ke dalam surga sedangkan kami di neraka. Beliau dulu membiarkan kami tanpa jilbab, tak menegurkan kami saat aurat kami terlihat, kini kami meminta perhitungannya Ya Allah. Bukankah setiap muslim harus saling menegur ketika muslim lain berbuat salah. Kini kami meminta keadilanmu Ya Allah”.

Mendengar cerita dari fasilitator itu, aku hanya bisa diam sambil berpikir mungkinkah itu terjadi, ketika murid-murid yang kita ajarkan tiba-tiba saja meminta keadilan di hari akhir nanti karena kita tak pernah menegur cara berpakaiannya. Kita memang mampu menegur namun terkadang tak dilakukan karena memang aturan sekolah membolehkan mereka tak berjilbab dan boleh memakai rok pendek selama masih dibawah lutut.

Aku masih tak tahu harus apa dan bagaimana menyikapi itu seandainya terjadi di sekolahku. Alhamdulillah di sekolahku, walaupun bukan sekolah berbasis agama tapi semua muridnya memakai jilbab dan pakai rok panjang. Mereka tak pernah disuruh untuk memakai itu namun mungkin itu adalah faktor budaya bahwa memakai jilbab ke sekolah lebih sopan daripada tidak. Jarang sekali aku melihat murid sekolah di daerahku yang tidak memakai jilbab kecuali kalau ke kota mungkin bisa ditemui.

Akhir kata saya hanya berusaha ingin menjadi orang yang lebih baik tidak hanya bagi saya tapi juga orang di sekitar saya termasuk murid-murid saya.

Ya Allah, saya hanyalah manusia biasa yang tak lepas dari khilaf dan dosa, ampunilah segala perbuatan saya melanggar perintahMu dan berikanlah hamba petunjuk dalam menjalani sisa hidup ini. Amin

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

6 Comments

Add a Comment
  1. personal health care

    ternyata guru memiliki tanggung jawab yg lebih ya ..

    salam 🙂

    lebih dari apa yg saya pikirkan 🙂

  2. alhamdulillah adat disana sangat membantu ..

    🙂

    Alhamdulillah, cukup membantu 🙂

  3. gak usah diguru, kalau jadi orang tua yang notabene terkedat sama anak gimana ya?
    urusan memakai jilbab aja bisa membawa neraka.
    Semoga saya masuk surga dengan anak istri dan orang yang menyayangi saya, dan mereka sudi memakai jilbab mereka.

    krn blom jadi orangtua, jd cukup sampe cerita pekerjaan saja, xixixi 🙂

  4. Tugas guru berat ya? Bukan ngitung enaknya aja dapet banyak pahala, dosa nya juga lebih gede

    xixixi 🙂

  5. hhhmmm… betul jg ya… ada amal jariyah, mngkn jg ada istilah dosa jariyah…
    hmmm… semoga terhindar dari dosa jariyah 😀

    smoga. Amin 🙂

  6. Aku manusia.
    Jadi bikin berfikir. Gmn dong? Dilema nie jadi guru.

    hanya hati dan iman kita yg bisa mnjawab nantinya 🙂

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap