Don’t Just Talk

 

Harusnya pemerintah…, harusnya presiden…, harusnya kebijakan itu…, harusnya harga bisa…, harusnya koruptor itu…, harusnya mereka yang korupsi… dan lain-lain harusnya.

Negeri ini sudah terlalu banyak orang yang hebat dalam berbicara, pandai mengkritik, jago menganalisa, pintar menghujat. Sedangkan bagi mereka yang bertikai di arena politik sudah saatnya kita bersatu, jangan saling menjatuhkan apalagi sampai melakukan kampanye hitam.

Sudah terlalu sesak telinga negeri ini dengan kata-kata hujatan. Apalagi ketika terkadang mendengar kata koruptor maupun korupsi seakan mereka yang berteriak itu juga bersih dari hal itu. Mungkin mereka bersih dalam artian korupsi dalam bentuk uang namun bersihkah mereka dalam bentuk korupsi waktu, amanah ataupun kewajiban. Karena korupsi pada awalnya terkadang dimulai dari hal yang kecil sebelum ia menjadi lebih besar. 

Misalnya saja mahasiswa terkadang mereka juga melakukan korupsi dalam lingkup yang lebih kecil semisal uang semester padahal bayarnya segini tapi bilangnya segitu atau beli buku harganya segini tapi aslinya lebih murah dari yang dibilang atau bisa juga ketika uang semester sudah dibayar tapi ada sisa lebih tidak bilang pada orang tua. Hal-hal itu sebenarnya juga adalah korupsi walaupun dalam lingkup keluarga karena hanya melibatkan anak dan orang tua tapi kalau itu terus dilakukan secara berkesinambungan bukan tidak mungkin dia akan menjadi seorang koruptor ulung.

Atau sudahkah kita bisa lepas dari suka melambat-lambatkan waktu salat karena dengan melambat-lambatkan salat padahal sudah waktunya tiba sebenarnya kita juga telah melakukan korupsi waktu dan kewajiban. Perintah Tuhan yang telah menciptakan kita saja bisa kita korupsi apalagi peraturan yang dibuat di dunia.

Sudah saatnya negeri ini tidak hanya punya pakar, komentator atau apapun namanya yang selalu berkutat dengan teori.  Sekarang yang dibutuhkan tidak hanya teori tapi juga praktiknya jangan sampai para pakar, kritikus atau komentator yang hebat itu ketika diangkat menjadi pejabat juga gagal dalam melaksanakan yang dulunya mereka bilang ini dan itu.

Sudah saatnya kita introspeksi terhadap diri sendiri sebelum kita menilai orang lain karena kesalahan orang memang lebih mudah terlihat ketimbang kesalahan diri sendiri. Mari berkaca menatap sambil merenungkan beberapa kata “Apa aku lebih baik dari mereka”.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

13 Comments

Add a Comment
  1. + Korupsi diri…
    Kadang kita lupa akan hak2 yang ada di diri kita sendiri

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap