DemoCrazy

Ketika demokrasi telah didengungkan di negeri ini maka berbagai macam hal dikumandangkan, mulai dari kebebasan berbicara sampai dengan kebebasan beragama. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan di era demokrasi negeri ini adalah demonstrasi. Negeri ini seakan-akan telah kehilangan kata musyawarah untuk mufakat, sedikit tidak senang langsung demo. Bahkan demonya pun terkadang bukan damai malah anarki, kalau sudah begini bukannya demokrasi tapi democrazy. Demo yang mengedepankan kekerasan ketimbang sebuah perdamaian lebih baik tidak hidup di negeri ini. Dengan seenaknya terkadang melakukan hal-hal yang diluar batas toleransi, membakar mobil, merintangi jalan, bahkan menghancurkan fasilitas umun yang mereka lewati.

Namun terkadang ada saja yang bilang “untuk melakukan sebuah perubahan perlu sebuah kekerasan bahkan matipun tidak mengapa”. Kenapa? Banggakah kita melakukan perubahan dengan kekerasan, bukannya mendamaikan namun kita telah menanamkan rasa itu (kekerasan) dalam setiap benak anak negeri, agar kalau ingin berubah perlu kekerasan. Bagaimana dengan mereka yang ingin menerapkan syariat Islam di negeri ini, perlukah mereka memberontak agar bisa berubah dan bisa di dengar oleh pemerintah.

Kita boleh saja berteriak, berorasi asal sesuai dengan peraturan yang belaku namun haruskah kita melakukan tindakan melanggar hukum bahkan sampai melakukan pembakaran dalam menyampaikan pendapat. Mari bergerak untuk membangun negeri dengan sebuah pemikiran yang revolusioner tanpa harus melakukan kekerasan.

Rakyat ini sudah lelah melihat pertikaian antar sesama yang hanya menguntungkan pihak lain. Sudah terlalu parah negeri ini bertikai, bila tidak senang maka bermusuhan. Kita semua adalah korban dari liberalisme dan sudah saatnya kita bersatu membangun negeri ini tanpa harus mengedepankan fisik namun dari pikiran dan hati. STOP KEKERASAN.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

4 Comments

Add a Comment
  1. bangsa kita baru belajar berdemokrasi… lagi mabuk kebebasan yg kadang malah jadi bumerang. ibarat balita yg baru bisa jalan, ia berlarian ke sana kemari nabrak meja, mecahin vas bunga, bikin rumah kayak kapal pecah. tapi nanti sedikit meningkat lebih dewasa saya yakin ia bakal berjalan dan berlari lebih teratur dan hati2, gak lagi nabrak kiri kanan apalagi sampai bikin rumahnya porak poranda

  2. setuju sayang…
    aku dukung kamu ya..hehehe

  3. KATA USTADZ SAYA :demokrasi tuh ajaran yahudi nangai”
    aku tuh kada paham jua demokrasi tuh kaya apa,,,
    pat berkomentar naray ,boleh kada?

  4. Suka nonton democrazy juga ya??

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap