Dandaman Kada Bapancung, Sebuah Rindu Tentang Bahasa Ibu

Dandaman Kada Bapancung merupakan judul novel bahasa Banjar yang baru saja saya miliki dan mungkin juga novel pertama yang di Kalimantan selatan yang isinya menggunakan bahasa Banjar. Novel karya Aliman Syahrani ini saya pesan saat saya masih di Surabaya dan tanggal 26 Desember 2015 baru bisa saya mengambilnya (sekaligus bayar, wkwkwk), Karya sastra berbahasa Banjar ini memang bukan yang pertama yang saya miliki, buku pertama yang saya miliki adalah Kumpulan Kisdap (Kisah Handap) Galuh karya Jamal T Suryanata. Namun Dandaman Kada Bapancung bisa dibilang menjadi novel pertama yang saya miliki dimana isinya penuh dengan bahasa banjar pahuluan yang kental dengan kata-kata bahasa Banjar yang punah di telinga saya. Saya yang bagana, ganal, guring wan mancari rajaki di pahuluan harus bersusah payah dalam mencari arti kata bahasa Banjar yang ada dalam novel itu. Harus saya akui, saya mungkin termasuk dalam era generasi muda Banjar yang hampir kehilangan bahasa Banjarnya, yang lebih merasa iih wan harat bila bapandir menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Asing atau mencampurkan bahasa keduanya.

DSCN0093

Ketika anda membaca novel ini tentunya tidak akan semengalir ketika anda membaca novel karya Tere Liye, Habiburrahman El Shirazy, Asma Nadia, dll kecuali anda memang fasih sekali berbahasa Banjar. Novel ini juga tidak terlalu tebal hanya xix + 97 halaman namun memiliki kerumitan tersendiri. Novel ini bertemakan tentang kisah kasih yang tak sampai, sesuai dengan judul novel tersebut Dandaman Kada BapancungBisa dibilang ini juga menjadi salah satu novel yang tidak bisa saya khatamkan dalam sehari, padahal novel Ayat-ayat cinta 2 yang tebalnya 690 halaman bisa saya selesaikan dalam sehari :v. Novel ini secara cerita dan bahasa tentunya tidak menarik bagi yang tidak bisa bahasa banjar. Saya sendiri baru beberapa lembar membaca novel tersebut namun sering kali tersendat dalam penghayatan cerita dikarenakan kesulitan dalam memahami kosakata bahasa Banjar yang ada di dalam buku tersebut.

Kalau anda tipe orang bosanan dengan sesuatu yang sulit, tipe urang yang mudah menyerah dalam belajar, tipe malas dalam mencari ilmu mungkin buku ini tidak cocok untuk anda dan saya menyarankan memang lebih baik tidak usah membeli buku tersebut karena membeli buku namun tidak pernah membacanya maka itu adalah kejahatan bagi buku itu sendiri dan pengkhianatan kepada penulisnya.

Namun kalau anda merasa urang banjar? Merasa ingin terus belajar dengan bahasa Ibu? Merasa Dandaman dengan bahasa banua? Maka saya menyarankan anda untuk membelinya dan mengoleksinya sekaligus menjadi bahan untuk kamus kosakata banjar pahuluan anda agar tidak punah di telinga kita.

Seperti halnya pantun dalam novel tersebut:

tarabang burung kalayangan

hinggap di bangkal sasala dua

bahalat gunung lawan kayangan

barakat cangkal dapatku jua

(dandaman kada bapancung, hal: 72)

Bagi saya pribadi novel dandaman kada bapancung laksana pelepas dahaga sebuah kerinduan tentang keingintahuan kosakata bahasa Banjar yang lebih banyak sekaligus menjadi bahan untuk mengajarkan anak saya tentang bahasa Ibunya, bahasa yang harusnya bisa dia kuasai dan miliki walaupun kadang saya harus berselisih paham dengan Ibunya yang kadang mencampurkan dengan bahasa Indonesia.

Kalau kita mau berusaha dan terus mencoba khususnya gasan urang Banjar sendiri maka novel ini tentunya bisa dibaca dan dinikmati dengan nyaman. Semoga dengan lahirnya novel berbahasa Banjar ini akan memicu tumbuh kembangnya karya-karya sastra banua lainnya yang kuat dalam lokalitas budaya dan bahasanya sekaligus bisa menjadi wadah dalam menyampaikan kearifan lokal masyarakat Banjar itu sendiri.

Catatan: Untuk pemesanan novel ini, anda bisa menghubungi pengarangnya langsung lewat media sosial facebook, berikut alamatnya https://www.facebook.com/aliman.syahrani

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

1 Comment

Add a Comment
  1. Bocoran harganya pang? Hehe

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap