Catatan di Hari Guru Internasional

sumber : kemdikbud.go.id

shaleholic.com – Hari ini diperingati sebagai hari Guru Internasional dan di Indonesia pada hari ini juga salah satu organisasi guru yaitu PGRI akan melakukan aksi yang mereka sebut aksi damai. Aksi damai itu sendiri berupa pembacaan doa selama 10 menit yang dilakukan serentak pada pukul 10 WIB pagi ini. Doa itu dikatakan untuk mendoakan agar kesulitan guru bisa hilang.

Bagi saya pribadi aksi pembacaan doa tersebut seharusnya tidak menyita kegiatan belajar mengajar karena itu sama saja menyuruh guru untuk mogok mengajar selain itu kenapa harus mesti membacanya jam 10 pagi. Kenapa tidak melakukan aksi berupa salat berjamaah kemudian baru baca doa. Ada banyak hal yang ingin saya katakan tentang aksi ini karena kalau guru yang nyatanya harus digugu dan ditiru melakukan mogok mengajar lalu bagaimana dengan muridnya? Bukankah guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Melakukan aksi mogok sama saja memberikan pelajaran bahwa mogok kerja itu wajar.

Saya sendiri tak akan ikut aksi ini karena saya sudah melakukannya sehabis salat subuh tadi walaupun doanya tidak sama dengan doa yang beredar di kalangan guru lainnya. Aksi mogok mengajar selama 10 menit ini bagi saya memberikan kesan bahwa PGRI sepertinya telah kehilangan cara untuk membantu kesulitan guru sehingga harus menyuruh guru melakukan doa. Padahal sebagai organisasi guru yang jumlah anggotanya sangat besar harusnya bisa memberikan tekanan kepada pemerintah baik pusat atau daerah agar lebih memperhatikan kesejahteraan guru.

Permasalahan guru sendiri sebenarnya sangat banyak bahkan kadang saya berpikir dimana organisasi guru ketika para guru sedang tertimpa masalah, kenapa mereka terkesan lamban bahkan kadang kala tak ada satupun organisasi guru yang membantunya sehingga mereka harus berjuang sendiri seperti seorang guru di semarang yang berjuang sendiri di pengadilan [Guru Bergaji Rp 120 Ribu/Bulan di Semarang Menang Kasasi]. Selain itu masalah belum meratanya penempatan guru juga menjadikan masalah lebih rumit.

Banyaknya permasalahan guru seharusnya menjadikan organisasi guru lebih solid dan bisa saling melengkapi dalam memperjuangkan hak para guru. Selain itu organisasi guru juga harus menjadi sebuah contoh dalam pemberlakuan demokrasi dalam organisasinya. Bukan malah menjadi sebuah organisasi yang penuh intrik dan otoriter ketika anggotanya berbeda dan mengkritik organisasi dianggap sebuah dosa sehingga harus diberi ancaman. Organisasi guru yang mengedepankan otoriter dan kekuasaan pada akhirnya akan ditinggalkan oleh guru-guru yang punya kreativitas dan idealis karena ternyata keinginan mereka tak terakomodir.

Selain itu juga, organisasi guru harus terus melakukan regenerasin dalam organisasinya dengan merekrut para guru-guru muda baik itu PNS atau Non PNS untuk berpartisipasi dalam organisasi karena bagaimanapun guru-guru muda sekarang lebih idealis karena mereka di didik di era reformasi yang penuh keterbukaan informasi.

Organisasi guru juga harus lebih terbuka dan transparan dalam hal keuangan apalagi kalau organisasi itu memungut iuran dari anggotanya maka pertanggungjawaban keuangan yang dikelola organisasi harus transparan dan bisa diakses oleh semua anggotanya. Mungkin cara yang mudah adalah menggunakan media cetak dalam laporan pertanggungjawaban.

Terlepas dari banyaknya masalah yang menimpa guru, semoga para guru dimanapun baik itu PNS maupun Non PNS atau Guru dari organisasi manapun agar semuanya diberikan kemudahan dalam menjalankan kewajibannya serta semua hak-hak yang seharusnya didapatkan juga mudah didapatkan tanpa harus terbelit birokrasi yang rumit karena ketika birokrasi yang rumit ditambah ilmu politik serta rasa kekeluargaan maka urusan jadi lebih panjang.

Salam pendidikan,

Selamat Hari Guru Internasional.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap