Rumah Shaleh

Berbagi Untuk Negeri

Cara Mengatasi Kekurangan Biaya Pendidikan Anak

Sebelum menikah, saya dan calon istri lebih fokus pada pembicaraan akan tinggal dimana? Menumpang orangtua atau memilih untuk punya rumah sendiri. Pembicaraan itu selalu berlanjut dan diimbangi oleh impian lainnya, misalnya ini dan misalnya itu. Setelah menikah, fokus memiliki rumah sendiri tetaplah prioritas pertama dan memang tak perlu lama, 3 bulan setelah menikah, kami bisa pindah dari rumah orangtua dan memiliki rumah sendiri. Ketika prioritas pertama sudah terealisasi maka memiliki anak jadi hal sangat penting. Pembicaraan memiliki anak, bukan hanya tentang jenis kelamin apa yang diharapkan tapi jauh lebih ke depan. Bagaimana membagi waktu, bagaimana pendidikannya, cara asuh seperti apa, cara mengatasi kekurangan biaya pendidikan anak, dan banyak hal lainnya.

Prioritas satu dan dua sudah terpenuhi, rumah dan anak. Hidup terus berlanjut, kami berdua mulai memikirkan masa depan karena hidup tentu bukan hanya tentang hari ini. Salah satunya adalah pendidikan anak, walau kami berdua bekerja namun tentunya semua harus direncanakan secara matang, kalau tidak ingin terjadi kesalahan. Membuat peta hidup harus dilakukan dengan berbagai opsi baik yang terbaik maupun terburuk seperti bagaimana cara mengatasi kekurangan biaya pendidikan anak serta solusi apa yang bisa dilakukan ketika menghadapi situasi itu.

Kami selalu membicarakan banyak hal, mulai dari terkecil hingga lumayan berat. Peta hidup kami memang telah dirancang sedemikian cermat namun sebagai manusia kami hanya bisa berusaha namun tetaplah Allah yang menentukan. Kadang kala kondisi keuangan diluar perkiraan, yang seharusnya cukup tiba-tiba terasa kurang. Sering terpikir untuk berutang untuk mengatasi hal itu namun terpikir kembali betapa rumit urusannya. Salah satu pembicaraan yang sering kami lakukan kala santai di beranda sambil ngeteh adalah cara mengatasi kekurangan biaya pendidikan anak yang mungkin saja akan terjadi suatu masa nanti karena pendidikan semakin hari semakin mahal. Salah satu alternatif adalah meminjam uang kalau pada akhirnya tidak ada pilihan lain.

Meminjam uang tentu jadi suatu pilihan yang rumit ketika melihat administrasi yang menyusahkan namun kalau itu satu-satunya cara mengatasi kekurangan biaya pendidikan anak maka harus siap dengan itu. Sembari selalu berkomunikasi dan berdiskusi, saya dan istri memang kerap kali juga membaca info terkini yang sering lalu lalang di linimasa kami. Saat itu, dia menemukan cerita tentang kemudahan meminjam dana melalui jasa pinjaman tunai online. Sesuatu yang baru kudengar namun dari ceritanya tentang kemudahan yang didapatkan karena tidak perlu ribet bin susah dalam urusan administrasi, mungkin menjadi solusi pertama yang bisa dilakukan untuk saya maupun anda dalam urusan pinjam meminjam uang.

Tentu pinjaman tunai online bukan hanya sebatas tentang cara mengatasi kekurangan biaya pendidikan anak, anda bisa juga meminjamnya untuk hal lain seperti pengembangan usaha, renovasi rumah, beli motor, ataupun keperluan mendadak dalam keluarga. Kemudahan dalam pinjaman online bisa dibilang menjadi suatu pembeda dengan alur peminjaman offline atau bisa dibilang ini merupakan pinjaman dana instan karena begitu mudahnya dalam mengurusnya bahkan ada yang tidak sampai 10 menit sudah bisa mendapatkan pinjaman. Kemudahan dalam peminjaman tentu menjadi alasan kenapa pinjaman tunai online bisa menjadi salah satu solusi dalam merancang road map kehidupan.



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat’08 & Universitas Negeri Surabaya’16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap