Bersih Itu Slogan

Setelah beberapa lama aku berkutat dengan sakit yang berakibat aku harus istirahat di sebuah ruangan RS (Rumah Sederhana). Sebenarnya sakitnya tidak parah cuma demam (gara-gara sering lupa makan dan bergadang) dan mata perih serta panas (sakit mata ini yang membuat aku tidak bisa main internet lagi karena ketika di depan komputer terlalu lama mata ini jadi perih dan panas, akhirnya aku putuskan untuk tidak main internet dan komputer beberapa waktu). Setelah sudah lumayan nyaman badan dan matanya, aku bisa main komputer dan internet lagi tapi tetap dibatasi agar sakitnya tidak terulang lagi.

Di setiap kota sering ditemui slogan “kebersihan adalah sebagian dari iman” (Walaupun menurut saya maksud dari slogan ini tidak hanya dalam bentuk lingkungan tapi juga hati orang yang melakukannya). Slogan itu begitu populer namun jarang sekali kata-kata itu dijadikan sebagai cambuk dalam melakukan sesuatu. Hal itu bisa terlihat di berbagai daerah di indonesia. Bahkan kota Banjarmasin yang katanya relegius ternyata juga mengabaikan slogan tersebut. Entah kenapa hal-hal yang sebenarnya mudah untuk dilakukan seperti membuang sampah pada tempatnya begitu susah dilakukan. Padahal ada begitu banyak tempat sampah namun lebih suka membuangnya ke sungai.

Memang pemerintah telah berusaha menggalak kebersihan lingkungan dengan mengadakan program Jumat Bersih namun itu ternyata hanya sekedar untuk menghilang imej bahwa Banjarmasin adalah kota terkotor, ketika sudah berlalu dari imej itu maka program itupun mulai ditinggalkan bahkan saya tidak pernah mendengarnya lagi. Selain menggalakkan program tersebut, pemerintah juga berusaha untuk membersihkan dan memperindah jalan dengan menanami berbagai pohon di pinggir jalan melalui pot-pot pohon (walaupun menurut saya itu mengganggu karena pot-pot itu masuk di area jalan hingga jalan menjadi lebih sempit dari biasanya) namun ternyata itu lagi-lagi demi adipura, yang sejak era soeharto hanya sebagai alat kepura-puraan tentang kebersihan.

Padahal masyarakat berharap bahwa pemerintah konsisten terhadap berbagai program kebersihan yang telah dicanangkan, agar ada yang bisa jadi panutan. Masyarakat ingin pemerintah tidak hanya mengejar sebuah predikat atau ketika sedang “malu” akibat cap kota kotor baru bertindak untuk melaksanakan kebersihan. Memang kebersihan adalah milik kita bersama namun semua harapan akan bersihnya kota ini akan sirna kalau pada akhirnya mental dan budaya pemerintah (karena mereka jadi panutan) tidak berubah maka sia-sialah semua program kebersihan apapun. Karena sesuatu itu dinilai dari niat.

Dari Amirul Mu’minin Abu Hafs ‘Umar ibnu Al-Khathab radhiyalallahu ta’ala ’anhu berkata:

“Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia niatkan’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Akhir kata kalau mau bersih diniatkan dan kalau tidak mau bersih ya dibiarkan saja.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

31 Comments

Add a Comment
  1. setuju mas kalo slogan ada beribu2 kalo ga ada niat akan sia-sia

  2. Wah, setuju deh, paling gak suka klo tempat kotor… Setan kan paling suka tempat yg kotor ? He he he….

  3. wah, bukan cuma diniatkan mas, tapi dilakukan juga. Macam Rukun Pakacil yang nomor 5, jaga kebersihan jika mampu, kalau tak mampu, yaaa… jangan bikin kotor..
    hihihi
    🙂

  4. sejutu juga sayang..bersih itu indah..bersih itu sehat..memang seharusnya pemerintah konsen dengan masalah ini..mulai dari slogan sampai dengan prakteknya yaitu memperbanyak tempat sampah..;)) hehehe…

  5. setuju. setuju. luruskan niat dan ubah perilaku menuju yang lebih baik.

  6. semoga sudah sembuh

  7. Slogan untuk internalisasi, dan … dipraktikkan (kalau mau).

  8. Betul pak, bersih itu pangkal sehat, Terutama bersih hati maka akan sehat hatinya.

  9. habis sakit toh?? pantes lama ga muncul..

  10. panggah ae

  11. hanya sekedar slogan

  12. masa sih banjarmasin kotanya kotor?lom pernah maen ksana sih…tapi kayaknya lebih kotor samarinda deh kalo di kalimantan..

  13. sampaah gak abis2nya dueeh

  14. mending kota gak ada slogan tapi kinclong drpd kota penuh slogan yang udah jadi gudang sampah.. 😀

  15. Miris, kenapa semua serba keterpura-puraan? Memang spantasnya qt cari pemerintah yang konsisten menjalankan “bersih” lahir batin. *apa sih kayak kampanye aja* ^_^heh3he .. .ok, sehat-sehat ya sahabat ,jgn abaikn istirahat. Sehat itu nikmat lho

  16. Kristina Dian Safitry

    sepertinya itu khan hanya slogan aza khan. bukan himbauan mutlak kali, sehingga gak ada penerapan,he..he..

  17. Bersih itu slogan, slogan itu bersih…blog ini bersih..

  18. RASANYA KEBERSIHAN ADALAH SEBAIGAN DARI IMAN TUH BUKAN HADIST ,BRO…
    ITU HADIST PALSU YG TERKENAL.

  19. trm tapi itu bukan yang q cari tolong yang lain 😛

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap