Berjudi Dengan Poker

Judi adalah permainan dengan memakai uang atau barang berharga sebagai taruhan (KBBI. 2001:479) sedangkan berjudi adalah mempertaruhkan sejumlah uang atau harta dalam permainan tebakan berdasarkan kebetulan, dengan tujuan mendapatkan sejumlah uang atau harta yang lebih besar daripada jumlah uang atau harta semula. (KBBI. 2001:479). Penjudian adalah proses, cara, perbuatan menjudikan. (KBBI. 2001:479). Poker adalah salah satu aplikasi yang terdapat dalam jejaring sosial yang sekarang sangat digandrungi oleh masyarakat Indonesia yaitu facebook. Chips adalah sesuatu alat yang digunakan agar bisa bermain poker.

Facebook yang awalnya digunakan hanya sekedar untuk saling berkenalan maupun bersilaturahmi antar sesama, kini mulai sedikit berubah haluan walaupun ini hanya sebagian kecil yang melakukan namun cukup terdengar miris untukku. Ketika dulu mereka datang ke warnet untuk update status atau balas koment teman atau hanya sekedar chat kini mulai ditinggalkan bahkan ada yang bikin facebook hanya sekedar untuk bisa bermain poker. Pokerpun pada awalnya hanyalah aplikasi games yang dibikin untuk memperbanyak fitur games di facebook dan tak ada yang salah dari games itu.

Namun seiring berjalannya waktu, poker inipun mulai berubah dan chips yang awalnya gratis tiba-tiba menjadi sesuatu yang bisa diperjualbelikan dengan uang nyata. Entah siapa yang memulainya tiba-tiba harga chips itu menjadi standar dimana-mana, 1M chips dihargai 10 ribu rupiah bahkan saya pernah menemui orang yang beli chips hingga jutaan rupiah, mengejutkan. Akhirnya banyak facebooker yang mulai berubah haluan ketika mendengar chips bisa diperjualbelikan dan mereka pun berlomba-lomba mendapatkan chips sebanyak-banyak agar bisa dijual.

Permainan yang awalnya sekedar untuk menghibur kini berubah menjadi perjudian terselubung karena walaupun tidak ada benda yang dijudikan atau barang yang dipertaruhkan namun chips yang menjadi alat pertaruhan bisa diperjualbelikan sebagaimana halnya kalau kita berjudi di Las Vegas dimana koin bisa ditukar dengan uang ketika kita sudah selesai memainkannya bahkan kalau kita sudah kehabisan chips untuk dipertaruhkan dalam permainan poker kita bisa membeli chips tersebut kepada mereka yang memiliki, tentu dengan harga yang telah disepakati. Walaupun memang perjudian poker rata-rata antar mereka yang tidak saling kenal namun terkadang bisa menjadi judi yang benar-benar judi sesuai jumlah chips yang dikeluarkan, biasanya yang melakukan itu adalah orang-orang sudah kenal dan mereka janjian untuk main bersama.

Meskipun nilai tukar chips tidak sebanding dengan uang sesungguhnya. Namun banyak yang membutuhkan chip tersebut. Bahkan tidak jarang dari penjualan chip (uang dalam dunia maya) seseorang bisa mendapatkan sepeda motor.  Karena hal itulah ada segelintir orang yang menjadikan penjulan chips sebagai sebuah pekerjaan bahkan ada yang bikin web khusus penjualan chips. Pekerjaan menjual chips inipun tidak hanya berlangsung antara sesama pemain poker namun ia juga seperti hal penjualan barang yang lain. Penjualan chips ini pun ternyata ada juga yang menjadi perantara atau makelar. Denyut perekonomian pun mulai tumbuh sering bertambahnya para poker mania ini.  Dan akhirnya aplikasi ini nampaknya mulai menunjukkan efek negatifnya yang membuat orang ketagihan, lupa diri dan lupa waktu, bahkan anak-anak sekolah rela memangkas uang jajannya hanya untuk bisa berlam-lama main internet (;bermain poker) tentu dengan harapan mereka bisa menang dan meraih keuntungan dari hal itu.

Poker akhirnya menjadi sesuatu yang fenomenal dikalangan mereka yang suka berjudi online karena mereka bisa bermain sepuasnya tanpa bisa terendus oleh polisi karena kalaupun polisi ingin menangkap mereka tak akan punya bukti karena mereka hanya bermain game biasa (;padahal chips yang didapat bisa dijualbelikan).

Ketika ditilik dari cara pertaruhan permainannya memang poker ini tak seperti berjudi konvensioanal namun sebenarnya ia termasuk sebuah proses, cara untuk menjudikan atau dengan kata lain poker adalah penjudian yang terselubung berkat kepiawaian penggunanya.

Dan diakhir artikel ini, saya mengimbau kepada para orang tua agar mengawasi anak-anaknya yang suka main internet agar mereka tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan yang terselubung, jangan sampai sesuatu yang haram menjadi darah daging dalam hidupnya hingga ia tak sanggup keluar lagi.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap