Anomali Perkembangan TIK di Kalimantan Selatan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sekarang ini telah berkembang sangat pesat hingga kitapun sangat sulit untuk terus mengikutinya. Kemajuan TIK sendiri sangatlah berpengaruh besar terhadap peradaban manusia dewasa ini bahkan dengan adanya TIK kita tak akan pernah ketinggalan berita. Kemajuan TIK bisa kita lihat dari berbagai segi kehidupan yang sudah sangat erat pengaruhnya dengan gaya hidup sekarang. Contoh paling mudah adalah handphone atau telepon genggam. Telepon genggam sekarang ini sudah menjadi sebuah barang kebutuhan pokok bahkan terkadang ada saja satu orang memiliki dua hingga empat buah telepon genggam sesuai dengan keperluannya. Belum lagi dengan datangnya era baru telepon genggam yang bernama smartphone atau telepon pintar yang kini banyak digandrungi anak muda. Kalau dulu di era telepon genggam berbasis java, berlayar monochrome dengan suara monofonik kini ada banyak sistem operasi yang digunakan di telepon genggam yang bisa kita pilih sesuai selera kita dan tentu saja dana kita, telepon genggam mulai dari yang berkeypad qwerty hingga touchscreen.

Kemajuan TIK memang selalu diikuti dengan hal negatif terutama bagi mereka yang gagal dalam memfilter diri sendiri. Berdasarkan kutipan yang didapat dari situs kominfo.go.id dikatakan bahwa pada tahun 2005 Indonesia menjadi pengakses pornografi di internet nomor 7 di dunia, kemudian meningkat dua tahun kemudian menjadi nomor 5, dan pada 2010 menjadi posisi ke 3 di dunia bahkan sudah mengarah kepada pengakses pornografi nomor 1 di dunia. Sungguh sebuah dilema ketika negeri ini mayoritas beragama Islam.

Anomali Perkembangan TIK di Kalimantan Selatan

Perkembangan TIK yang sangat pesat tersebut akhir juga sampai di wilayah Kalimantan Selatan. Bahkan kemajuan TIK ini telah menembus hingga berbagai wilayah di Kalimatan Selatan. Salah satu bukti pesatnya perkembangan TIK di Kalimantan Selatan adalah menjamurnya berbagai warung internet (warnet) baik yang berijin maupun tak berijin. Begitu banyak warnet membuktikan bahwa internet kini telah menjadi salah satu gaya hidup kalangan urang banjar. Selain warnet, banyaknya tempat makan yang menyediakan wifi gratis serta adanya tempat-tempat publik yang juga menyediakan wifi gratis juga merupakan bahwa internet kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari teknologi itu sendiri. Namun memang tak bisa dipungkiri di setiap kemajuan selalu ada sisi negatif yang dihasilkannya salah satunya banyak anak kecil tak lagi belajar di rumah tapi sibuk bermain games online di warnet yang memang menyediakan layanan itu. Bahkan saya pernah menemukan seorang anak SD yang masih berseragam sekolah sedang sibuk bermain games online dan lupa untuk pulang ke rumah hingga orangtuanya mencarinya ke warnet tersebut. Sungguh ironis.

Selain hal tersebut, majunya TIK juga tidak diimbangi dengan tersedianya sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang memadai untuk mengoptimalkan TIK tersebut. Salah satunya adalah kurangnya penggunaan TIK dalam pengajaran di sekolah-sekolah pinggiran dikarenakan terbatasnya sarana dan prasarana. Belum lagi masalah SDM yang sangat kurang, bahkan ketika Uji Kompetensi Guru (UKG) kemarin ada banyak guru yang baru pertama kali menggunakan komputer bahkan menggerakkan mouse atau tetikus saja sangat sulit.

Dan anomali terakhir adalah tersedianya jaringan komunikasi yang tidak merata. Contohnya, jaringan salah satu provider telekomunikasi terbesar di Indonesia yang tidak sama bahkan saya terkadang merasa agak ganjil. Saya mengajar di sekolah pinggiran kabupaten Hulu Sungai Selatan tepatnya di SMPN 4 Daha Selatan atau kurang lebih 30Km dari pusat kota, disini saya menemukan sinyal 3G untuk telepon genggam saya bahkan untuk modem yang pernah saya coba sinyalnya adalah HSDPA namun ketika saya pulang ke rumah tepatnya di Kandangan Kota malah sinyal 3G itu tidak ada. Jadi saya berharap adanya pemerataan jaringan komunikasi karena mereka yang tinggal di kota tentunya lebih banyak penduduknya daripada di desa.

Kemajuan TIK di Kalimantan Selatan tidak sepenuhnya diimbangi dengan pesatnya SDM untuk mengelola TIK itu sendiri hingga terkesan bahwa TIK di Kalimantan Selatan ini sangat lambat. Hal itu sebenarnya bisa diimbangi dengan seringnya diadakan seminar, pelatihan maupun lomba-lomba yang berhubungan dengan TIK yang pada akhirnya bisa memacu lebih banyak lagi generasi muda Banjar agar lebih dekat dengan TIK dan tentu saja bisa memanfaatkan TIK untuk keperluan yang lebih baik.

Apa kabar MPLIK HSS?

MPLIK, kata itu mungkin agak terasa asing bagi sebagian orang bahkan saya sendiri dulu tidak tahu apa itu MPLIK namun setelah dicari di google barulah saya tahu bahwa MPLIK merupakan singkatan dari Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan. MPLIK sendiri adalah salah satu penunjung dalam memperkenalkan internet kepada masyarakat selain Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). Berdasarkan yang saya kutip dari dishubkominfo.kalselprov.go.id dikatakan bahwa MPLIK disediakan untuk mengatasi kesenjangan informasi di wilayah Indonesia yang tidak terjangkau akses informasi.

sumber : http://dishubkominfo.kalselprov.go.id

Berdasarkan kegunaan MPLIK tersebut sudah selayaknya kita acungi jempol terhadap layanan ini namun lagi-lagi bagaimana implementasinya di lapangan. Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu mengetahui keberadaan MPLIK di tempat saya di Hulu Sungai Selatan karena saya sendiri tidak tahu dimana MPLIK ini sebenarnya berada. Kalau MPLIK ini diletakkan di kantor dishubkominfo kabupaten maka itu jelas tidak ada karena saya hampir tiap hari melewati jalan tersebut dan tak pernah melihat dimana letak mobilnya.

Saya berharap MPLIK di HSS bisa berjalan sesuai dengan kegunaannya jangan sampai mobil itu rusak karena didiamkan saja atau hanya bergerak di lingkungan parkir saja agar terlihat seperti digunakan. Saran saya adalah bagaimana kalau MPLIK itu setiap sore juga nongkrong di Lapangan Lambung Mangkurat karena disana setiap sore sangat ramai dan tentu saja bisa lebih mengenalkan internet kepada masayarakat.

Dengan berjalannya MPLIK sesuai kegunaannya diharapkan masyarakat HSS lebih bisa mengenal internet secara sehat karena seringkali orang beranggapan internet hanya berisi hal-hal porno atau juga hanya tempat menghamburkan uang. Padahal internet juga bisa menjadi tempat mencari uang.

Pameran ICT USO EXPO 2012 Propinsi Kalimantan Selatan

Untuk terus mengenalkan TIK kepada masyarakat Kalimantan Selatan maka pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan menggelar pameran yang bertajuk ICT USO EXPO 2012. Pameran ini diharapkan bisa membuka wawasan lebih luas tentang bagaimana TIK di Kalimantan Selatan. Pameran ini sendiri diselenggarakan di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin dari tanggal 7 Nopember sampai 9 Nopember 2012.

Memang ada sedikit kritik untuk Pameran ICT USO EXPO 2012 ini yaitu minimnya promosi di luar wilayah Banjarmasin khususnya ke arah hulu sungai atau banua anam. Padahal pameran ini rencananya dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi & Informasi, Tifatul Sembiring. Terlepas dari kurang promosinya pameran ini di luar wilayah Banjarmasin, saya berharap dengan adanya Pameran ICT USO EXPO 2012 masyarakat Banjar bisa lebih mengenal TIK dan menjadikan urang banua menjadi lebih informatif

Bagi yang berminat untuk lebih jauh mengenal kemajuan TIK di Kalsel maka tidak ada salahnya datang ke pameran ICT USO EXPO 2012 karena hari ini, Rabu (7/11) adalah hari pertama pameran ini dibuka dan akan berlangsung sampai Jumat (9/11). Ayo datang!

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

15 Comments

Add a Comment
  1. bagus juga artikel blognya. ijin Copas dan Share ke FORUM
    http://forum.girilaya.com/t159-anomali-perkembangan-tik-di-kalimatan-selatan#164

    semoga Agendanya Lancar mz. . ^_^

    1. sayang sumbernya tidak pakai url aktif 😀

  2. Dey- Ibunya Fauzan

    Isnaini Shaleh, udah nge-like ya .. 🙂

    1. Makasih Ya Ka Dey- Ibunya Fauzan, hohoho

  3. kadang perkembangan tikhanya memikirkan bagaimana menyediakan prasarana tanpa mmikirkan sdm pendukungnya. ini juga terjadi di beberapa daerah kalimantan barat, terutama di wilayah perbatasan. yang lebih menyedihkan lagi adalah katika beberapa lulusan SMA kurang memahami penggunaan komputer. sebuah dilema pembangunan yang sangat menyedihkan. nice share. Salam persahabatan blogger dan ditunggu kunjungan baliknya di blogonol. keep spirits and do the best

    1. Salam persahabatan juga dan tunggu kunjungan baliknya 😀

  4. Banyaknya sudah likenya om…

  5. wah, pesaing berat nih . . . hehe

    1. berat dalam artian apa nih? klo berat badan sepertinya mungkin 😀

    1. Terima kasih Om Ronaldo Roy II, salam aja nah jua dari http://shaleholic.com

  6. waduh ternyata pengguna internet di Indonesia masuk ranking pengakses pornografi

    1. Sungguh ironis, umat muslim terbesar tapi juga pengakses pornografi terbesar 🙁

  7. pyn neeeeeh,, ngeri

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap