Aku Sempurna

Entah kenapa beberapa hari ini aku berpikir tentang sebuah keluh kesah yang sering diucapkan bahwa “aku tak sempurna“. Kata-kata tak sempurna itu membuat aku berpikir, benarkah manusia itu tak sempurna. Setelah mencoba berpikir dengan logika terbalik dari semua yang sering dipikirkan oleh orang maka aku berhasil menemukan sebuah kesimpulan bahwa manusia itu sempurna bahkan luar biasa sempurna. Namun terkadang hanya kita yang merasa tak sempurna.

Kenapa aku bisa berpikir manusia sempurna :

Pertama, itu jelas dari awal penciptaan ,

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. Al Hijr (15) : 28-29)


Disitu jelas tertulis bahwa manusia telah disempurnakan kejadiannya dan karena itu membuat malaikat harus sujud kepada manusia. Kalau sejak penciptaan saja sudah ada kesempurnaan seharusnya tak ada keraguan lagi bahwa kita memang sempurna.

Kedua, sempurna ternyata bukan dilihat dari fisik namun terkadang orang sering berpikir, aku terlahir tak sempurna hanya karena salah satu bagian tubuhnya tak ada atau salah satu fungsi organ tubuh tak berfungsi dengan baik. Setelah memikirkan itu, aku mencoba berpikir benarkah dengan kekurangan fisik ,kita dibisa dikatakan tidak sempurna. Setelah mencoba berpikir dengan ilmu gizi akhir dapat kesimpulan bahwa itu salah. Kenapa, ingatkah kalian dengan teori 4 sehat 5 sempurna. Disitu secara tersirat terselip sebuah pernyataan bahwa makan itu sehat dan apabila ditambahkan 1 komponen lagi maka jadi sempurna. Lalu apa hubungannya dengan manusia, begini, Manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya penciptaaan seperti banyak dijelaskan dalam firman Allah, swt.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (Assajdah:7-9)”


Dari kedua ayat itu jelas terlihat, kita diciptakan oleh Pencipta yang paling baik dan Dia telah menciptakan dengan sebaik-baiknya dari dua ayat itu, masih kita ragu bahwa kita tidak baik, kalau iya berarti kita meragukan bahwa Allah adalah Pencipta paling baik. Nah sekarang kalau kita sudah yakin bahwa kita diciptakan dengan baik walaupun menurut otak kita tidak. Dengan kata lain kita adalah makhluk yang baik namun akan menjadi makhluk sempurna setelah kita tahu bahwa kita mempunyai kelebihan. Contohnya begini: Misal, kita tak punya tangan namun ternyata dengan kekurangan fisik itu kita malah bisa berkarya, misalnya melukis dengan kaki. Nah kelebihan itulah yang menjadikan kita sempurna. Paham, kalau belum paham, begini, kita sudah diciptakan dengan baik dan ditambah dengan satu kelebihan lain selain bentuk fisik seperti kepintaran, kekayaan, dan lainnya maka itulah yang membuat kita sempurna.

Namun ini hanya pemikiran pribadi berdasarkan logika yang bisa saja salah namun yang jelas manusia diciptakan oleh Pencipta yang paling baik dan diciptakan dengan sebaik-baiknya hingga membuat malaikat harus bersujud. Jadi tak ada alasan untuk mengeluh tentang apa yang ada di dalam diri kita.

Wassalam

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

14 Comments

Add a Comment
  1. saat kita berfikir sempurna, saat itulah ketidak sempurnaan kita
    saat kita mikir bukan yang sempurna, berusaha menjadi yang terbaik maka kesempurnaan itu berlahan mendekati kita. semoga bisa ….

    shaleholic : Smoga bisa, aminN

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap