Aku (mungkin) GolPut

Pemilu memang masih lama, namun wacana tentang pemilu sudah ada. Banyak tokoh berlomba mencari simpati dengan melakukan berbagai kegiatan. Dan ketika pemilu berlangsung, hak pilih (bukan wajib, cuma hak) kita diberi kebebasan untuk memilih siapa saja, tak peduli dia siapa, mau wanita atau laki-laki.

Dari hak itulah akhirnya terjadi sebuah pilihan yang disebut GolPut (Golongan Putih). Mereka yang mengambil jalan itu tentu punya berbagai alasan kenapa mereka tidak mau memilih. Misalnya saja, Aku sendiri tidak memilih karena sudah bosan dengan janji yang tidak pernah ditepati dan orang yang mencalonkan jadi pemimpin negeri ini itu-itu saja (apa tidak ada lagi putra dan putri terbaik negeri ini).

Memang tidak semua orang menyukai cara seperti ini bahkan Ibu Megawati pernah berkata “Orang-orang yang tergabung dalam golput seharusnya tidak bisa jadi WNI karena mereka menghancurkan sistem dan tatanan demokrasi dan perundang-undangan di negara ini.”

Tapi lain lagi dengan Gusdur, ia berkata “Saya akan teriak di muka umum tidak usah ada pemilu, cukup golput saja. Saya tidak suruh golput saja sudah 40 persen, apalagi kalau saya anjurkan, bisa 60 persen. Ini agar pemerintah tahu bahwa pemerintah payah, tidak ada legitimasinya.” 

Namun dari semua itu, aku tetap akan menggunakan hakku sebagai warga negara Indonesia untuk memilih yang tidak ada dalam pilihan alias GolPut. Itu memang bukan pilihan akhir, bisa saja berubah seandainya ada tokoh baru yang maju (dengan catatan ia punya kemampuan, bersih dan amanah).

*Perkataan Megawati dan Gusdur diambil dari Banjarmasin Post.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

15 Comments

Add a Comment
  1. Moga aja ada calon yg sreg sama hati nurani sy, klo gak mending ikutan golput ah nanti

  2. Memilih adalah hak, sehingga boleh diambil, juga boleh tidak diambil. Pilihlah figur yg paling pas di hati.

  3. wah gw setuju sama megawati…

    calon yang diverivikasi maju itu yang terbaik…klo ada yang merasa dirinya lebih baik silahkan maju ke kancah perpolitikan.

    golput tuh ga penting….mana partisipasi rakyat klo golput melulu kan?

  4. walaupun saya bukan fanatik megawati atau gus dur, tapi menurut saya karena kita adalah seorang WNI maka kita harus mempergunakan hak suara kita sebaiknya2, jd jg sampai golput … kalau semua orang berfikiran golput, mungkin gak adalagi demokrasi di indonesia …

  5. salam kenal dr gw, SUKSES!

  6. lah..si mega itu gmn, kalo pilihan ga ada yg sesuai dgn hati nurani ya ga mungkin kita maksa memilih dong…makanya si mega itu kuliah dulu..he..he..

  7. Iya nih, kayaknya tahun 2009 nanti tidak ada kandidat calon yang benar-benar qualified untuk dipuja-puja. Sedihnya hati ini melihat nasib bangsa yang semakin tidak karuan

  8. klo byk yg gulpot sia2 donk APBN kita menganggarkan Pemilu. Emangnya Pemilu ngga pake duit? Pikir lagi dech. b-(

  9. Setuju GOLPUT

    sebagai contoh:kita sedang kelaparan lalu ditawari pilihan tahi anjing atw tahi babi , manakah yang kita pilih??
    kalau yang ditawari itu apel busuk atw daging busuk mungkin kita mau juga memakannya, tapi ini yang ada cuma TAHI!!!!

    mending ga usah milih lah dari pada milih TAHI

  10. Abis bingung milihnya, jadi golput aja deh

    salam kenal

  11. Hidup Golput ! 😉

  12. kalo ada yg salah coblos lapor saya ya…ntar ditambal…hehe

  13. yaow…

    gw c g mikirin itu dlu…

    org gw lom milih…

    tp gw stuju bgt tu ma mgawati, walopun gw g bkl milih dy smisal bsok udh nyoblos…

    yh,,, yg pnting kn dr moralitas tiap individu,

  14. Bagaimana tidak Golpun, DPR saja adalah Dewan Penguras Uang Rakyat, Masihkan dipilih No away, ayo kita jadi bangsa yang madiri, tak usah wakil rakyat, tak usah merengek kepemerintah, hidup mati karena Allah, yang penting makan dan bekerja apa adanya, kita puasa sepanjang hayat, insya”Allah Surga menunggu kita, dari pada memilih pemerintah dan wakil rakyat yang dholim, lebih baik diam, bertapa sepanjang hayat. Makan rumpu dan suket teki tidak apa asalakan, asalahkan kita tidak didholimi terus menerus.

  15. Hidup golpun, Ayo….. Ayo kita bersatu pasti kita menang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap