Puisiku

Ku Duduk Di Belakang Rumah
Ku duduk di belakang rumah
Terlihat merah membakar hijau
Hijau berubah menjadi hitam
Hitam menghilang tersapu anginKu duduk di belakang rumah
Terlihat segitiga menjulang penuh lingkaran
Lingkarannya terisi air putih, air coklat

Ku duduk di belakang rumah
Terlihat ait berwarna coklat
Mengalai berteman lumpur dan bangkai hutan

Ku duduk di belakang rumah
Terdengar bunyi pentongan, sirene, dan lolongan
Teriak mulut ini cobaan
Kata hati inilah azab dan teguran

Ku duduk di belakang rumah
Terlintas di otak
Cuek aja, mau rusak alam, mau kena musibah yang penting bukan aku

Banjarmasin, 2007

Air

Tetes air membasahi tubuh
Bergetar menggigil kedinginan
Rasa membakar berubah beku

Telinga ini masih terngiang
Kata-kata ramalan tadi pagi
Keluar dari kotak gerak dan warna
Pemirsa, cuaca hari ini cerah
Ternyata ramalan tetap ramalan

Hujan terus membasahi bumi
Mengalirkan air lumpur
Menerjang hutan gundul
Menghancurkan rumah bambu
Tapi tidak rumah kaca

Banjarmasin, 2007

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap